Tak Berbalas
Februari 13, 2026Segalanya menguap. Pesan tak juga berbalas. Barisan kata itu terasa kaku. Kepalaku pening menahan kantuk berhari hari. Menunggumu. Tidurku kini tak lagi nyaman. Sebentar sebentar terjaga, teringat aku masih dalam penantian itu. Mungkin kau sengaja. Untuk membuatku lelah, menyerah, lalu lupa sepenuhnya. Rindu yang menyiksa ini ingin kau paksakan. Ini sungguh menyakitkan, kau tahu?
Teringat senyum terakhir itu berlalu bersamaan mataku yang berkedip. Kemudian tak ada lagi bekasnya selain aku sendiri yang harus merabanya di ingatanku. Tapi ingatanpun seakan tak merekam apa apa. Segalanya sepi dan kabur.
Sedang apa gerangan di sana? Benarkah seramai itu sehingga tak ada waktu untuk sekadar singgah sejenak seperti hari kemarin? Mungkinkah kau merasa takut jika terbenam direngkuh kenyamanan, sementara kita tahu, rasa nyaman itu membuat kita berdua jadi dungu?
Kau bilang tak mengapa. Untuk sesaat ini. Tapi apakah masa itu yang kau bilang sesaat telah habis? Kini kau beranjak memunguti lagi kewarasan yang sempat kau tanggalkan? Tapi aku di sini telanjur menginginkanmu. Lantas di sinilah aku sendiri.





















0 Comments