Aku menemukan uban pertamaku saat merapikan rambut. Kulit kaki dan tanganku mulai berkerut. Aku bahkan telah menerima usia 32 sejak awal tahun meski belum memasuki bulan lahirku. Hari ini akhirnya datang. Aku benar benar menjadi 32.
Apa arti 31 kemarin? Banyak kesembronoan yang terjadi, kurasa. Bahwa kedewasaan tak melulu berjalan seiring bertambahnya angka usia, kurasai benar. Namun 32 ini aku harap benar benar menjadi lebih dewasa dan bijaksana. Hidupku tak lagi berputar soal aku. Namun waktuku telah sepantasnya kudedikasikan untuk sekelilingku yang membutuhkan sokongan.
Tidakkah aku takut menjadi tua dan renta? Perasaan itu ada. Namun aku harap bisa mempersiapkan segalanya sebaik mungkin mulai detik ini. Merawat kehidupan yang telah Allah titipkan. Menjaga setiap halnya dengan kehati hatian dan penuh kesadaran. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah langkahku. Melindungiku untuk terus berjalan di lintasan. Tidak lagi melenceng jauh dan menjadi lupa.





















