Akhir Kisah Balas Dendam

Februari 17, 2026

Meski tubuhnya lemah, matanya memancarkan kilat aneh. Mendadak perasaanku jadi sangat gamang. Tapi aku harus menuntaskan ini. Bukannya aku sudah begitu marah dan dendam? Ini akhir yang aku harapkan, bukan? Dia sedang sekarat dan sebentar lagi nyawanya terlepas. Aku harus membereskan tubuh lunglai itu. Tak ada jalan lain selain membungkus lalu melemparkannya ke tempat sampah.

Berhari hari kunantikan apakah racun itu bekerja. Tapi malam yang terlewat masih saja sesekali gaduh dan jejaknya terlihat. Aku sudah muak bangun dengan perasaan terasing. Malahan di waktu waktu tertentu aku berpapasan dengannya. Ingin ku habisi nyawanya seketika itu juga. Namun ia penjahat yang begitu gesit. 

Tak kusangka, siang ini aku menemukannya rebah di tempat yang mencolok sekali dan meski aku telah berada di hadapannya ia tak kabur seperti biasanya. Kulihat napasnya yang pendek pendek membuat tubuhnya kembang kempis. Aku takut ia bakal menyerangku tiba tiba. Namun saat kudekatkan kantong kresek berwarna merah muda dan sebuah pengki untuk menyodok masuk tubuhnya ke kresek, ia hanya pasrah saja. Tak ada perlawanan yang berarti. 

Namun setelah semua kubereskan aku jadi berpikir. Kenapa ia justru menampakkan dirinya dengan sangat mencolok? Apa yang dia inginkan? Jujur saja aku agak ngeri dan membayangkan mungkin saja dia hendak berkata, "lihat, aku sudah sekarat, tapi aku akan minta pertanggungjawabanmu di akhirat kelak." Ohh mengerikan. Tapi bukankah ia yang sudah mengusikku terlebih dahulu? Atau mungkin ini yang ingin dia katakan: setidaknya kau harus mengurus jasadku karena aku tidak ingin mati membusuk terlupakan di tempat yang tak kau ketahui! Ini permintaan terkahirku!" 

Ahh pikiran ini bisa bisanya terus menggangguku. Tapi tentu saja akan segera kulupakan. 

Jadi inilah akhir kisah balas dendam itu. Racun tikus yang kubeli dan kusebar di sudut sudut rumah ternyata ampuh membuat mereka koit. Apakah tertarik untuk coba? Komen saja di bawah nanti ku kirimkan link toko orennya! 

You Might Also Like

0 Comments

BLOG ARCHIVES

TIFANNY'S BOOKSHELF

Harry Potter and the Half-Blood Prince
Angels & Demons
Mati, Bertahun yang Lalu
Le Petit Prince: Pangeran Cilik
Di Kaki Bukit Cibalak
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Orang-orang Proyek
Guru Aini
86
Ranah 3 Warna
The Da Vinci Code
Animal Farm
Hacker Rp. 1.702
Mata Malam
City of Thieves
Yang Fana Adalah Waktu
Kubah
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
9 Matahari
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

• T I F A N N Y •

•  T I F A N N Y  •
INFJ-T ・ semenjana ・ penikmat musik & es kopi susu ・ pencinta fotografi ・ pecandu internet ・ escapist traveller ・ sentimental & melankolis ・ suka buku & aroma petrichor ・ hobi journaling