Belum Berakhir
Mei 09, 2026Tadi pagi aku menangis seperti seorang pecundang yang kalah taruhan. Yang telah habis kupertaruhkan semua uangku dan tak tersisa sesenpun di kantong. Bahkan rasanya bagai harga diriku sudah tergadai seluruhnya. Aku seperti seorang pecundang yang berjalan tak tentu arah. Aku menangis tersebab seorang datang padaku yang justru mengingatkanku akan engkau. Meski hari hari belakangan ini aku nyaris melupakanmu dan menyerah. Kau hanya pergi dan diam tanpa kata perpisahan. Maka aku sembari mengusap air mataku yang tak juga mau berhenti, mengirimimu pesan ucapan perpisahan. Aku tak bisa melepas dengan damai jika belum diakhiri dengan jelas sekalipun pesan itu tak akan berbalas. Setidaknya aku ingin mengucapkan selamat tinggal.
Jam demi jam bergulir. Ponselku berdenting, satu pesan masuk...
Aku merasa kita belum berakhir.
Bagaimana kabarmu belakangan ini?
Apakah banyak hal hal baik?
Meski aku tidak berharap tapi seperti yang sudah kuantisipasi bahkan sejak bulan lalu apabila kau datang dan bertanya kabar. Maka benar benar kujawab:
Buruk! Betapa buruknya! aku rindu kamu. Tidak ada satu haripun terlewat tanpa memikirkan. Bahkan di hari yang paling sibuk sekalipun. Hari ketika aku teramat lelah pun pasti terselip dan melintas di benak. Kabarku begitu buruk.
Kau datang lalu pergi lagi sore ini sebelumm atahari terbenam. Kini setelah matahari terbenam, terbenam juga pertanyaan. Tak lagi terjawab. Menunggu? Apakah aku akan berharap kau kembali? Tidak. Kubiarkan saja sesuka hatimu. Namun setidaknya kau berkata di salah satu pesan:
Aku sedang membaca buku yang kamu kirim. Ayu Utami, bagus sekali. Jujur buku ini menurutku berat. Banyak sekali perenungan ketika membacanya.
Jadi, najunge itu... Yang kamu bilang, telah terjadi hari ini.
Aku akan menelusurimu di buku Bilangan Fu yang sedang kau baca. Begitu caraku melepas rindu saat kau tidak ada. Aku akan memeluk erat buku itu saat aku ingin memelukmu.
Kau mungkin seperti panas ketika demam. Hadir lalu pergi. Namun selama aku masih hidup, yang tak dapat dihindari, aku sesekali akan terserang demam kan?




















0 Comments