Membaca Kisah Kisah Tengah Malam
Mei 17, 2026Buku kumpulan cerita karya Edgar Allan Poe ini menyuguhkan nuansa gelap, ganjil, dan menegangkan. Lewat terjemahan Maggie Tiojakin, nuansa suram dan misterius khas Poe tetap terasa mengalir dan mudah dinikmati pembaca masa kini.
Maggie Tiojakin berhasil menjaga atmosfer gotik khas Edgar Allan Poe tanpa membuat bahasanya terasa terlalu berat atau kuno. Kalimat-kalimatnya tetap luwes dan nyaman dibaca tapi nuansa puitis dan ketegangan psikologisnya tidak hilang. Pilihan diksinya membantu membangun suasana yang gelap, seolah pembaca ikut masuk ke dalam pikiran para tokohnya.
Meski ditulis ratusan tahun lalu, kisah-kisah di dalamnya masih terasa relevan dan memikat. Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai sastra klasik, cerita gotik, serta kisah-kisah pendek dengan atmosfer kelam dan emosional.
Hampir semua cerita yang ada di buku ini aku suka. Namun kalau harus memilih beberapa, aku sangat terkesan dengan cerita berikut ini:
Potret Sang Gadis
Obrolan Dengan Mummy
Jurang dan Pendulum
Wiliam Wilson
Misteri Rumah Keluarga Usher
Beberapa di antara cerita di atas punya plot twist yang tak terduga. Sering kali meninggalkan efek yang kurang nyaman tapi anehnya nagih. Aku bukan termasuk pembaca yang suka dengan ketegangan plot tapi di luar dugaan aku merasa sangat bisa menikmati karya Edgar Allan Poe. Mungkin karena narasinya yang juga lumayan menarik dan kalimat kalimatnya yang lumayan puitis.
Kisah Kisah Tengah Malam • Edgar Allan Poe • Alih Bahasa oleh Maggie Tiojakin • Gramedia Pustaka Utama • Cetakan Kedelapan • Mei 2023 • 245 halaman.





















0 Comments