April 29, 2026

Pada malam yang semakin tua yang merapuhkan segala keangkuhan. Malam yang mulai merebahkan diri pada dini hari. Hanya pada simpuh, sujud, dan doa segala kerapuhan kan bersalin rupa menjadi penyerahan. Keangkuhan kan sirna. Berserah kan menggantikan. Lalu biar Yang Maha Berkehendaklah yang mengatur segalanya. 

Tuhan Maha Tahu setiap lelah di pundakmu. Tuhan pun tahu segala perih yang kau sembunyikan. Terima kasih telah berjuang dan bertahan. 

Bolehkah aku menggenggam telapak tanganmu? Tangan yang tak kenal lelah berusaha. 

Bolehkah aku menjenguk sejenak pikiranmu? Yang begitu riuh itu hingga perihal dirimu sendiri nyaris tak kutemukan. 

Aku merindukanmu. Kutitipkan salam rindu pada malam yang telah terlalu larut ini tapi terlalu dini untuk kusebut pagi. 

You Might Also Like

0 Comments

BLOG ARCHIVES

TIFANNY'S BOOKSHELF

Harry Potter and the Half-Blood Prince
Angels & Demons
Mati, Bertahun yang Lalu
Le Petit Prince: Pangeran Cilik
Di Kaki Bukit Cibalak
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Orang-orang Proyek
Guru Aini
86
Ranah 3 Warna
The Da Vinci Code
Animal Farm
Hacker Rp. 1.702
Mata Malam
City of Thieves
Yang Fana Adalah Waktu
Kubah
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
9 Matahari
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

• T I F A N N Y •

•  T I F A N N Y  •
INFJ-T ・ semenjana ・ penikmat musik & es kopi susu ・ pencinta fotografi ・ pecandu internet ・ escapist traveller ・ sentimental & melankolis ・ suka buku & aroma petrichor ・ hobi journaling