Plaza Temanggung Kini dan Sebuah Petisi Untuk Ditandatangani

Februari 27, 2026


Belakangan ini saya memang sering sekali mendapati uanggahan foto dari beberapa kenalan saat mereka sedang nongkrong di kedai kopi yang berlokasi di Plaza Temanggung. Juga beberapa tempat seperti kedai mie ayam yang mengusung tema retro dan ada pula warmindo yang nuansanya anak muda banget. Ah apa sih wkwk. Namun saya sendiri belum pernah menyempatkan datang ke sana. Jika bukan karena ajakan Tanda Tangan Petisi Penolakan Eks Stasiun Temannggung untuk dijadikan KDMP (koperasi desa merah putih), mungkin saya tidak akan pernah ke sana(?)

Oh ya sebelum saya melanjutkan soal Plaza Temanggung, saya akan sedikit membahas perihal petisi tadi. Beberapa waktu yang lalu sempat geger karena Eks Stasiun Temanggung yang statusnya tergolong Cagar Budaya, terancam akan digusur demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih untuk wilayah Banyuurip. Tentu saja rencana ini menuai protes dari banyak kalangan mulai dari pegiat sejarah, warga Temanggung kebanyakan, bahkan dari masyarakat kelurahan Banyuurip sendiri. 

Kita semua sudah tahu kalau KDMP ini benar benar menuai banyak polemik hampir di seluruh wilayah. Belum usai kita dibuat pusing dengan massifnya pembangunan dapur MBG eh sekarang ada KDMP yang benar benar invasif. Kalau mas Athif bilang, kaya Kelp Shake di Bikini Bottom. Wkwkwk. 

Untuk itulah ada yang berinisiatif mengadakan petisi ini. Semoga saja desakan ini bisa membatalkan rencana pembangunan KDMP di Eks Stasiun Temanggung dan saya juga baru tahu kalau Taman Kartini sudah diratakan  dengan tanah karena akan dibangun bangunan serupauntuk wilayah Kowangan. Padahal bulan lalu saya baru saja membuat tulisan tentang nasib Taman Kartini yang hidup segan mati tak mau. Kondisinya memprihatinkan dan terbengkalai. Padahal masih jadi harapan dan tumpuan ekonomi beberapa pedagang di sana.

Mari kembali lagi soal Plaza Temanggung. Akhirnya saya melihat sendiri kini Plaza Temanggung sudah berbenah. Tidak lagi kumuh dan jadi sarang preman buat mabuk mabukan. Tapi lampu lampu terang, kios kios bersih dan minimalis. Muda mudi menyesap kopi, teh, dan berbincang. Riuh dan terlihat ceria. Meski mereka kebanyakan berbusana monokrom haha.

Rasanya saya ingin kembali ke sana lagi. Dengan perasaan yang ringan dan bebas. Sepertinya saya memang perlu keluar dan berbincang dengan orang orang supaya lebih mudah melupakan kesedihan yang menggelayut di hati saya sebulan terakhir ini. Menjalin pertemanan di usia saya saat ini memang tidak mudah. Tapi rasanya saya memang membutuhkan lebih banyak waktu untuk bertemu dan berbincang dengan orang baru atau teman. Meski tidak untuk singgah lama. Setidaknya untuk mengisi lubang lubang kecil yang kosong di hati, yang kian hari kian saya rasakan membuat rapuh.

You Might Also Like

0 Comments

BLOG ARCHIVES

TIFANNY'S BOOKSHELF

Harry Potter and the Half-Blood Prince
Angels & Demons
Mati, Bertahun yang Lalu
Le Petit Prince: Pangeran Cilik
Di Kaki Bukit Cibalak
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Orang-orang Proyek
Guru Aini
86
Ranah 3 Warna
The Da Vinci Code
Animal Farm
Hacker Rp. 1.702
Mata Malam
City of Thieves
Yang Fana Adalah Waktu
Kubah
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
9 Matahari
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

• T I F A N N Y •

•  T I F A N N Y  •
INFJ-T ・ semenjana ・ penikmat musik & es kopi susu ・ pencinta fotografi ・ pecandu internet ・ escapist traveller ・ sentimental & melankolis ・ suka buku & aroma petrichor ・ hobi journaling