Pertama Kalinya Memandu Acara Diskusi

Maret 12, 2026

Sore itu angin berhembus, membawa udara kering yang terasa menyayat kulit. Saya bersiap memandu acara diskusi Ngaji Feminist yang diadakan oleh Her Voice Temanggung. Sejujurnya saya gugup, tapi ada perasaan bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja.

Saya mengajak Bening ikut serta di acara kali ini karena pekan lalu sudah berjanji mengajaknya. Ia menyukai tempat yang kami gunakan sore itu. Meski acaranya bertajuk Ngaji Feminist, suasananya sangat ringan, lebih seperti obrolan hangat bersama teman-teman.

Tema yang saya bawakan adalah Naluri Serigala dalam Diri Perempuan, diambil dari pemikiran Ester Lianawati, sekaligus sedikit menyinggung tokoh ekofeminisme, Vandana Shiva.

Saya hanya memantik dan memaparkan sebagian kecil yang saya tangkap dari buku, lalu mengajak peserta menyampaikan opini, pengalaman, serta pengetahuan yang mereka miliki. Saya sangat senang karena kawan saya, Wening, melengkapi penjelasan tentang Vandana Shiva. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan masyarakat. Ditambah lagi latar disiplin ilmu yang ia tekuni semasa kuliah dulu membuat kami memperoleh banyak insight darinya.

Meski sempat agak mati gaya, teman-teman sangat mendukung dan membuat saya tetap merasa nyaman. Usai acara, saya, Bening, Kak Rusti, Mas Ucok, dan Wening tetap tinggal untuk berbuka puasa bersama. Kami menunggu waktu berbuka dan pesanan datang sambil berbincang santai.

Akhirnya saya punya banyak waktu mengobrol dengan Wening. Sejak beberapa pertemuan tidak sengaja sebelumnya, suasana di antara kami masih terasa canggung. Syukurlah, kali ini percakapan terasa lebih cair. Kami seperti bereuni kecil, dan saya pun sempat meminta pendapatnya tentang homeschooling karena ia berpengalaman di bidang itu. 

Angin masih terus berembus, membuat tubuh menggigil. Wening bercerita bahwa kemarau datang lebih awal tahun ini, lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Oh, begitu rupanya. Pantas saja hujan semakin jarang turun dan suhu udara terasa lebih menusuk.

Pukul tujuh malam saya berpamitan dengan kawan-kawan. Akhir pekan ini semoga kami bisa bersua lagi untuk mematangkan rencana acara yang sudah disusun Her Voice bersama beberapa komunitas lain. Kali ini saya benar-benar gugup, tapi juga berharap bisa melewatinya dengan baik. Aamiin.

You Might Also Like

0 Comments

BLOG ARCHIVES

TIFANNY'S BOOKSHELF

Harry Potter and the Half-Blood Prince
Angels & Demons
Mati, Bertahun yang Lalu
Le Petit Prince: Pangeran Cilik
Di Kaki Bukit Cibalak
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Orang-orang Proyek
Guru Aini
86
Ranah 3 Warna
The Da Vinci Code
Animal Farm
Hacker Rp. 1.702
Mata Malam
City of Thieves
Yang Fana Adalah Waktu
Kubah
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
9 Matahari
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

• T I F A N N Y •

•  T I F A N N Y  •
INFJ-T ・ semenjana ・ penikmat musik & es kopi susu ・ pencinta fotografi ・ pecandu internet ・ escapist traveller ・ sentimental & melankolis ・ suka buku & aroma petrichor ・ hobi journaling