Warga Baru di Rumah
Desember 31, 2025Pergantian tahun ini bertepatan dengan libur sekolah. Mas juga berada di rumah sejak sekolah libur. Itu sebabnya kami sering berselisih paham. Aku mudah kesal dengan hal-hal sepele. Rasanya bosan juga hanya di rumah. Setiap ada kesempatan Mas pergi keluar rumah, rasanya aku selalu ingin ikut meski hanya beli pakan burung.
Ah ya, di akhir tahun ini setelah Mas mendapat pekerjaan lagi, dia memutuskan untuk memelihara burung. Total sekarang ada 6 dan masih ada 2 sangkar yang kosong, maka kemungkinan besar dia akan membeli burung lagi. Hmm... jujur aku agak merasa kesal tiap dia membeli burung dan sangkar dengan harga ratusan ribu. Kenapa uangnya tidak diberikan aku saja, kan bisa untuk beli buku. Atau beli baju Bening karena sudah banyak yang kekecilan. Tapi aku berusaha keras memendam perasaan itu, meski toh bocor juga dan ucapan-ucapan itu tersampaikan. Namun selalu ada pembelaan.
Misalnya saja Mas beli Murai Batu yang katanya menderita gangguan jiwa. Baru tahu, kan, ada burung bisa gangguan jiwa? Maka harganya sangat jauh dari harga pasaran. Mas harus memulihkan kejiwaan si Murai Batu ini. Dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan, si Murai Batu mentalnya membaik dan sudah menemukan keberanian. Karena Murai Batu tergolong burung petarung, ia tidak boleh mudah takut tapi juga tidak boleh jinak. Hmm, ini hasil penjelasan dari Mas yang aku dengarkan.
Burung lainnya ada cendet yang kondisi awalnya sedang mabung dan harus dikrodong terus. Tapi sekarang si cendet sudah tidak rontok bulunya. Itu artinya masa mabungnya sudah berakhir. Aku suka dengan si cendet ini yang bulunya terlihat lembut. Karena dia termasuk burung predator, gerakannya sangat halus. Jarang bersikap mengepak-ngepakan sayap dan grabak-grubuk seperti pleci-pleci peliharaan Mas. Malahan aku merasa dia seperti kucing. Haha.
Ahh, malah cerita soal burung!
Meski kesal, aku akan menghargai hobi Mas. Karena toh dia juga hampir tidak pernah berkomentar negatif soal hobi-hobiku.
Perlahan aku juga menerima kehadiran mereka. Rumah jadi ramai karena semuanya gacor. Sesekali aku juga suka main main dengan mereka. Kugoda dengan siulan siulan. Malahan, mas pernah bilang ke Bening: ayah ngga bisa siul. Yang bisa tuh ibuk.




















0 Comments