Bertambah Angka Usia
Januari 23, 2026Ketika kamu lahir, mungkin tumpah ruah air dari langit. Ketika kamu lahir, negara ini sedang panas dibakar semangat para pendamba perubahan. Mereka teriak reformasi. Tapi hari ini, di peringatan hari lahirmu, reformasi sudah dikorupsi. Orde Baru bangkit dari kubur. Saat kamu akhirnya menjadi manusia dewasa yang memikul tanggung jawab pula sebagai kepala keluarga, negara ini terus terusan mencurangi kita.
Kamu mungkin pernah disalahkan atau dibandingan dengan orang tua. Mereka bilang, "mbiyen jamanku umur semene wes nggawe omah, ndue kendaraan"
Bukan salahmu kalau kamu masih di tahap ini. Sebab kekayaan, uang, tanah, hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Semua juga sedang serba berjuang. Tapi mau sampai kapan?
Ulang Tahunmu ini kali ini agak melankolis ya. Mengingat sekitar kita sudah ruwet bukan main. Ibarat kita berdiri di atas reruntuhan. Bingung mulai dari mana. Tapi kamu bilang, paling tidak kita buat hidup ini bahagia.
Tapi dapatkah kita memisahkan diri dari urusan politik?
Sepertinya tidak. Apa pun yang hendak kita capai atau sesederhana membeli sabun mandi di warung, banyak sekali kebijakan politik yang menempel pada produk sabun ini.
Mukamu sering kusut saat aku mengeluh barang barang kebutuhan habis. Kamu tahu? Segalanya sekarang makin hari makin mahal.
Selamat bertambah angka usia. Kau teruslah panjang umur meski saudaramu si reformasi itu sudah mati. Tapi semoga di hari depan ada hari cerah. Semua kita Reset saja. Sudah saatnya Reset paling tidak dari diri kita. Itu katamu.




















0 Comments