Apa Yang Ingin Kucapai di 2026

Januari 01, 2026

Di tahun 2026 ini aku tidak memasang target berapa buku yang harus kubaca. Tapi ada target bulanan yang ingin kucapai yakni membaca 3-4 buku. Biar bagaimanapun target membantuku tetap punya motivasi dalam membaca. Seperti tahun lalu, insyaAllah aku hanya akan membaca buku yang menurutku menarik. Namun aku juga berniat menyusun skala prioritas. Misalnya saja, buku buku yang sudah ada di meja (iya aku belum punya rak 😅) dan belum kubaca, setidaknya harus tamat kubaca tahun ini. Ini juga jadi upayaku untuk mencapai salah satu goals-ku tahun ini: buy less

Buku buku yang ada di meja dari yang awalnya aku sangat ingin membacanya tapi seiring waktu berlalu ternyata buku itu sudah tidak jadi seleraku lagi. Hmm ini akan sangat menantang. Di sinilah pelajaranya! Aku harus lebih bijak dalam membeli buku kelak 🥺

Selain membaca aku juga masih cukup rutin journaling. Meski sampai saat ini mengisi bullet journal adalah hal paling menantang (untuk aku yang mudah sekali kehilangan motivasi) aku tetap akan melakukannya. Karena ini juga mendorongku untuk lebih konsisten melakukan kebiasaan baik lainnya yang ingin kupelihara. 

Menulis jurnal harian masih menjadi cara yang kupilih untuk sedikit menguraikan kekusutan di kepala. Bercerita dengan seseorang memang melegakan, tapi pada kondisi kondisi tertentu lawan bicara kita juga punya masalah dan belum tentu siap mendengarkan. Sekalipun di rumah ada suami tempat berbagi cerita, aku merasa tahun tahun kemarin dia sudah banyak menanggung beban karena ternyata aku setoxic itu. Maaf ya!

Daann Aku ingin 2026 ini saatnya kembali menyeimbangkan hari-hariku untuk kubagi bersama Bening. Sejak aku berhasil menyapih Bening saat ia berusia 2,5 tahun rasanya seperti terbebas dan terlalu sering menghabiskan waktu untuk kesenanganku sendiri. Aku ingin lebih banyak waktu lagi bersama Bening terlebih setelah kejadian tiba-tiba ia merasa cemas kalau ibunya akan menua dengan cepat lalu ia akan kehilangan aku. Aku sangat terharu karena Bening mulai memiliki kesadaran bahwa setiap yang hidup akan merasakan kematian tapi tentu saja di dalam pikirannya konsep itu masih sangat abstrak.

Ah benar juga. Tidak tahu waktuku sampai kapan untuk itulah aku ingin melakukan segalanya dengan sebaik baiknya. Bismillah. 

You Might Also Like

0 Comments

BLOG ARCHIVES

TIFANNY'S BOOKSHELF

Harry Potter and the Half-Blood Prince
Angels & Demons
Mati, Bertahun yang Lalu
Le Petit Prince: Pangeran Cilik
Di Kaki Bukit Cibalak
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Orang-orang Proyek
Guru Aini
86
Ranah 3 Warna
The Da Vinci Code
Animal Farm
Hacker Rp. 1.702
Mata Malam
City of Thieves
Yang Fana Adalah Waktu
Kubah
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
9 Matahari
Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

• T I F A N N Y •

•  T I F A N N Y  •
INFJ-T ・ semenjana ・ penikmat musik & es kopi susu ・ pencinta fotografi ・ pecandu internet ・ escapist traveller ・ sentimental & melankolis ・ suka buku & aroma petrichor ・ hobi journaling