Dongeng yang Getir
Januari 04, 2026Agak mengejutkan membaca cerita awal dari buku ini. Dua orang anak menguburkan sendiri ibu mereka yang baru saja meninggal dunia di belakang rumah. Meski itu permintaan Nanamama sendiri, aku tetap heran. Kenapa?
Buku ini berjalan dengan alur mundur. Adegan menyedihkan itu akhirnya dijelaskan menjelang kisahnya berakhir, membuatku pelan-pelan memahami keputusan yang di awal terasa ganjil.
Setelah menutup buku ini, rasanya Kokokan Mencari Arumbawangi akan menjadi buku yang terus kurekomendasikan untuk orang tua, guru, keponakan-keponakanku yang sudah remaja. Bahkan aku pun menceritakan isi buku ini kepada anakku yang sedang menuju usia lima tahun.
Jadi, apa yang menarik dari buku ini?
Meski ada embel-embel “sebuah dongeng”, aku justru merasa buku ini mengangkat begitu banyak realitas. Isu kelestarian alam menjadi pembahasan utamanya dan terasa dekat, nyata, serta mendesak. Aku juga mengagumi sosok Nanamama yang sebagai seorang ibu, selalu menganggap kedua anaknya sebagai lawan bicara yang setara. Ia percaya anak-anak mampu memahami nilai, pilihan, dan konsekuensi hidup, selama mereka diajak berbicara dengan jujur.
Kegetiran juga hadir kuat dalam cerita ini, salah satunya bersumber dari ketimpangan relasi kuasa. Nanamama menjadi satu-satunya orang yang menolak pembangunan hotel di desanya. Ia yakin jika satu hotel berdiri bukan tidak mungkin bangunan lain akan menyusul kemudian perlahan merenggut tanah milik bersama yang telah diolah turun-temurun dari para leluhur dan memberi banyak manfaat.
Posisi Nanamama sebagai ibu tunggal membuatnya semakin rentan. Suaranya mudah diabaikan dan keputusannya dianggap remeh.
Aku sangat kagum pada Cyntha Hariadi yang mampu mengemas topik sepenting ini dalam sebuah dongeng. Namun tetap saja, dongeng ini terasa getir dan meresahkan. Dan mungkin memang seharusnya begitu. Kita perlu terus merasa resah terhadap isu-isu yang diangkat buku ini karena dari keresahan itulah kita bisa tergerak untuk menjaga dan melawan.
Aku tidak akan menceritakan panjang lebar bagaimana kisah Kokokan Mencari Arumbawangi. Kalian bisa baca sendiri karena buku ini sangat layak dibaca.





















0 Comments