Gongka (Cerita-cerita dari Pecinan Jakarta)
Januari 26, 2026Gongka (Cerita-cerita dari Pecinan Jakarta) • Frisca Saputra • ilustrasi oleh: Lina Kusuma Dewi • Penerbit baNANA • Cetakan Kedua • Juli 2024 • 146 hlm
Pengalaman membaca:
Dalam pandanganku keluarga Tionghoa selalu terlihat misterius. Rumah rumah mereka biasanya berpagar tinggi. Atau meski tidak punya pagar, pintunya senantiasa tertutup. Rasanya jarang juga melihat mereka keluar masuk dari pintu itu atau terlihat di beranda. Sekali terlihat itupun hanya seorang nenek yang sepintas memandang ke luar sebelum menutup pintunya lagi.
Gongka ini membawaku ke cerita kehidupan keluarga Tionghoa yang hidup di gang Pecinan Jakarta. Ternyata keseharian mereka tak jauh berbeda dari keluarga keluarga etnis lain di Indonesia. Mungkin hanya berbeda ketika hari besar yang merrka rayakan atau kebiasaan menyantap hidangan khas keluarga Tionghoa.
Buku ini terdiri dari beberapa potong cerita yang masing masing tidak terlalu panjang. Menceritakan tentang pengalaman masa kecil kak Frisca yang sewaktu kecil akrab dipanggil Gongka. Aku suka sekali karena ceritanya ringan dan penuh nostalgia. Diceritakan dengan gaya yang polos dan sedikit jenaka. Rasanya ini menjadi pengalaman pertamaku membaca cerita tentang keluarga Tionghoa, bukan sebagai tokoh pendukung saja. Buku ini cocok untuk menemani waktu santai.
Karena keluarga Gongka berjualan kue, dapurnya selalu ramai dan cerita di dalamnya juga kebanyakan tentang jajanan dan berbagai hidangan khas Tionghoa yang sering dibuat oleh Papa dan Mama Gongka.
Yang paling berkesan buatku, ada satu bagian Gongka bertanya tanya kenapa keluarganya senang berjualan kue yang pembuatannya rumit seperti kue angku dan maco. Aku juga pernah berpikiran yang hal sama ketika membantu ibu membulat bulatkan onde onde. Membuat onde onde sangat rumit dan butuh ketekunan. Kalau ada takaran yang salah onde ondenya akan gagal. Oh ya sepertinya onde onde juga termasuk makanan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara ya?





















0 Comments