Nanti Yang Kubenci
April 02, 2026🍃 : Barangkali nanti
🌱 : Nanti, besok. Ah aku sebal dua kata ini. Karena artinya tidak pasti.
🍃 : Yaaah dalam bahasa Korea ada 2 kata nanti. Pertama ittaga, untuk nanti yang sebentar setelah kegiatan pertama selesai.
Kedua najunge, untuk nanti yang besok, atau belum pasti kapannya itu dikerjakan. Kira kira aku yang mana? Haha
🌱 : Wah gitu ya. Najunge sih. Belum pasti kapannya dikerjakan. Itu kamu banget kalau ke aku. Wkwk.
🍃 : Haha tidak begitu, kalau dari bukunya ada yang seru akan aku ceritakan.
Kita tak pernah lupa menyapa 'hai, apa kabar.' Namun sebelum kita terpisah dan diam, sering kali tanpa kata perpisahan. Terhenti begitu saja sampai entah berapa lama. Namun satu yang pasti, terserah kau. Sebab di sini aku yang selalu saja datang dulu membawa topik apa saja. Meski akhirnya tak berbalas dan menguap begitu saja.
Aku tak tahu kamu di mana. Kamu bilang tetap ada tapi toh aku tak melihat jejakmu di manapun. Kamu bilang nanti akan bla bla bla. Kamu bilang nanti akan katakan a b c d. Namun aku benci kata nanti. Sebab nanti yang kau katakan itu aku tak tahu kapan tepatnya. Apakah benar benar akan ada atau hanya alasanmu saja untuk menghindar.
Najunge....
Namun saat kita berbincang, toh aku melupakan semuanya dan lagi lagi hanya perbincangan tak tentu arahnya. Waktu berjalan begitu cepat dan semuanya lenyap bersama gelap. Saat pagi menjelang semuanya hilang. Ku kira itu semua mimpi. Hingga beberapa hari ke depan aku kebingungan entah apa yang terjadi. Nyatakah? Atau mimpi belaka.
Aku ingin terus menyimpanmu dalam anganku. Aku ingin terus meletakkanmu dalam benakku. Meski nanti semuanya akan berakhir diam. Namun satu hal yang kutakutkan dalam hidupku. Aku takut lupa hal hal penting yang seharusnya aku ingat dan hanya terisi oleh ingatan tentangmu saja. Itu sungguh mengerikan. Padahal kau suatu hari akan melupakanku, kan?
Aku yang ada dalam pikiranmu berbeda dengan aku yang di sini. Begitu juga mungkin sebaliknya. Kita sama sama mengidealkan satu sama lain dalam angan angan. Sungguh ini aneh, kan? Apakah kita masih waras?




















0 Comments