Beberapa hari belakangan sering kali saya melihat orang orang merekomendasikan sebuah drama series yang tayang di Netflix berjudul First Love, di twitter maupun instagram story. Tampak salah satu pemeran utamanya wajah yang tak asing, Takeru Satoh. Jujur saya tertarik sekali dengan film maupun drama yang dibintangi olehnya, tapi saya agak ragu karena judulnya. First Love.... saya terbayang akan kisah cinta masa muda yang menye menye dan unsur romantis yang agak berlebihan sampai bikin eneg. Entahlah saya agak teringat dengan film I Give My First Love To You. Kesan pribadi saya setelah nonton itu agak eneg sih wkwkwk (mohon maaf buat penggemar film ini). Maka dari itu saya tidak ingin mengulang rasa yang sama. Namun, karena pakar film dan drama, dek Alfi juga merekomendasikan lewat tweetnya saya jadi penasaran hihi. Tak ada salahnya deh nonton satu episode dulu, pikir saya. Namun ternyata saya ketagihan sampai waktu sudah lewat tengah malam, marathon nonton sampai episode 5. Baru Ahad paginya saya lanjut dan tamatkan sampai episode akhir.
Mungkin selain niat, luangnya waktu juga menjadi alasan untuk tetap konsisten Journaling. Bahkan saya mulai menikmati dan belajar perlahan untuk berkreasi dengan pernak pernik saat menulis. Namun saya sadar, bahwa menulis tetap menjadi minat terbesar saya. Saat pena mulai digoreskan di atas kertas, tumpah ruahlah kata demi kata.
- tentu saja ballpoin gel 0.5 (sbetulnya saya paling suka ukuran 0.38 atau 0.28 karena hasilnya bisa lebih rapi)
- Highlighter Pastel Color (Warnanya bagus bagus dan tidak terlalu mencolok. Ada 6 warna dan water based)
- Pen Brush mata ganda dari Joyko isi 24 warna. (Jujur saya cuma pakai beberapa warna tertentu dan masih kesulitan memakainya untuk hand lettering ala ala. Jadi pakai sebisanya aja dan mewarnai)
- Washitape grid hitam.
- Washitape earthtone
- Paper craft
- Stiker stiker
- Gambar dan stiker unik yang saya dapatkan dari Pinterest
- Lem kertas
![]() |
| Maaf masih sangat cupu |
![]() |
| Jurnal Kegiatan Bening |
Halooo
Sebelumnya saya pernah bercerita tentang baju baju Bening yang sebagian besar adalah pemberian dan preloved. Nah sampai saat ini pun Bening juga masih mendapatkannya lho. Pemilik perusahaan tempat mas bekerja, dalam beberapa bulan sekali memberikan pakaian preloved milik anaknya kepada kami. Semua kondisi pakaiannya dalam keadaan masih bagus. Tidak hanya itu, beliau punya selera yang bagus dalam pemilihan warna dan gayanya. Warna yang dipilih kebanyakan earthtone. Meskipun preloved, karena model dan warnanya cantik saya sangat senang saat memakaikannya untuk Bening.
![]() |
| Meskipun preloved tapi tetap terlihat bagus :) |
Bulan Oktober hanya tersisa beberapa hari lagi. Itu artinya pekan pekan di tahun 2022 juga sudah hampir habis ya? Memasuki akhir tahun udara semakin lembab dan beberapa hari belakangan hujan merata turun di setiap wilayah. Jadi agak mellow juga nih. Apalagi belum genap dua pekan, Bening kemarin demam lagi ditambah batuk batuk. Segala obat sudah dicoba. Sampai pada akhirnya ngeri sendiri sama berita yang sedang hangat belakangan ini soal Kemenkes melarang obat syirup untuk anak karena tiba tiba muncul beberapa kasus gagal ginjal akut yang menimpa anak. Menurut informasi hal itu ada kaitannya dengan paracetamol yang mengandung senyawa berbahaya. Awalnya sih ada temuan di India dan Gambia. Saat ini Kemenkes sedang melakukan uji laboratorium pada obat obat syirup anak maka dari itu peredaran obatnya untuk saat ini dihentikan terlebih dahulu. Nauzubillah. Makin hari makin adaaa aja sih yang terjadi. Pusing. Yaudalah ya bund skip dulu aja daripada tambah pusing.
Sebelum kami menempati rumah ini, banyak sekali hal hal yang terbengkalai. Selain rumah yang kotor, dinding lembab, dan ruangan ruangan yang bau apeg, tanaman dalam pot tembok pun mengering. Kendati demikian mereka semua masih bertahan hidup di tengah kondisi yang kekeringan, menanti seseorang kembali merawat kehidupan mereka. Saat rumah selesai dibersihkan (meski masih seadanya) dan mulai kami tempati, mas dengan teratur menyiram tanaman tanaman itu.
![]() |
| Saat masih kuncup di pagi hari |
![]() |
| Saat mekar, tampak depan |
Siapa sangka, diantara pematang sawah dan perkebunan palawija warga desa Tegowanuh Kecamatan Kaloran, terdapat sebuah rawa yang cukup luas. Warga sekitar menyebutnya dengan Rawa Gembongan. Dalam beberapa bulan belakangan ini Rawa di desa Nggowano (begitu biasanya warga menyebut) ramai di datangi wisatawan terutama saat sore. Muda mudi beramai ramai mendatangi Rawa Gembongan untuk menikmati suasana sore menuju senja. Senja kopi foto estetik dan gawls tiada tara. Wkwkwk.
![]() |
| Menikmati pemandangan |
Saya pun penasaran dengan tempat ini. Sudah sejak sebulan yang lalu saya ingin menyambangi Rawa Gembongan tapi selalu gagal karena beberapa halangan. Akhirnya hari ini kesampaian juga meski harus merayu suami dan katanya "sebentar aja ya" disertai ekspresi yang datar seperti kurang minat.
![]() |
| Rerumputan estetik |
Suara spatula dan wajan beradu membangunkan saya pagi ini. Beberapa menit sebelum itu sebetulnya si kecil sudah lebih dulu terjaga tapi masih bermalas malasan dan mencari kehangatan dalam dekapan, menyusu. Suasana di dapur sudah cukup hangat dengan aroma nasi goreng yang menguar ke seluruh penjuru dapur. Saat saya keluar dari kamar hendak cuci muka, sewajan nasi goreng sudah matang dan masih mengepulkan asap. Sementara itu mas melanjutkan membuat telur dadar selagi saya menyiapkan wadah usai mencuci muka.
Memiliki karakteristik rasa dan aroma yang cukup kuat, Earl Grey sangat cocok dikreasikan dengan bahan tambahan seperti susu maupun krimer tanpa mengaburkan citarasa aslinya. Bisa dibuat teh susu atau teh tarik dengan foam lembut diatasnya. Karena di rumah sedang ada stok Earl Grey saya mencoba membuat kreasi teh tarik ala max tea
- 300 ml air
- 1 sdm earl grey tea
- 2 sdm gula pasir
- 3 sdm SKM
- 3 sdm krimer bubuk
- Masukkan earl grey kedalam panci tambahkan air 300 ml dan rebus hingga mendidih
- Sementara merebus masukkan gula, krimer, SKM larutkan dengan sedikit air panas dan aduk rata
- Setelah rebusan teh mendidih, tuangkan kedalam campuran gula krimer skm yang sudah disiapkan sebelumnya
- Sambil disaring tuangkan teh hati hati dan ambil jarak agak tinggi agar terbentuk busa, aduk rata
- Teh tarik siap dinikmati
Panas tubuhnya menjalar ke badan saya. Semalaman ia tak mau lepas dari nenen. Bening tiba tiba demam tinggi setelah memuntahkan makan malamnya berjam jam lalu. Dalam ruangan yang gelap gulita saya mengutuki kenapa harus ada pemadaman listrik segala. Tangisan Bening malam itu memecah keheningan malam. Saya mencoba mengalunkan shalawat, memutarkan instrumen nina bobo kesukaannya tapi tangisannya masih terdengar pilu. Mungkin ia merasakan sakit dan terkejut dengan keadaan kamar yang gelap total.
Sering kali apa yang sudah direncanakan dengan matang selalu kalah dengan keputusan mendadak, ini kaitannya soal jalan jalan. Hihi. Pasti pernah kan merencanakan sesuatu untuk bepergian atau sekadar bertemu dengan seseorang eh tiba tiba gagal. Namun jika memang waktu dan kesempatannya ada tanpa direncanakan pun seketika jadi. Seperti hari ini. Mumpung hari Rabu (mas libur) saya ingin mengunjungi sebuah tempat wisata yang belakangan ini banyak dikunjungi. Namun pagi hari usai beberes mas punya ide mengajak kami menyambangi Kota Semarang.
![]() |
| Kokoh dan Megah |
![]() |
| Bagai tak lekang oleh zaman |
![]() |
| Keindahan kaca patri dengan simbol simbol yang penuh filosofi |
![]() |
| Rehat berteduh di halaman, salah satu sisi bangunan |
![]() |
| Berfoto |
Gara gara mulai berjarak dengan blog sekarang saya jadi punya banyak pertimbangan saat ingin menulis. Ada hal yang ingin saya ceritakan tapi di menit berikutnya diri saya yang lain berkata,
![]() |
| Saya harap rambut saya bisa terlihat seperti itu saat dari belakang. Namun sayangnya tidak deh tapi lebih kaya rambutnya Hagrid. :' |
Karena beberapa teman blogger baru baru ini kembali menulis dan berkabar, saya jadi terpantik juga ingin menulis. Meskipun jujur tidak tahu mau nulis apa selain tidak jauh jauh dari curhatan emak emak.
![]() |
| Kondisi setelah nyiapin sarapan atau masak masak lain |
Lagi dan lagi. Entah engkau ataukah diriku sendiri yang membuat pikiranku benar benar lelah. Setelah ratusan malam berlalu
Diantaranya selalu ada malam yang membuatku lelah karena lagi lagi aku kembali terjebak di pusaran masa silam. Dengan parasmu yang membeku dalam ingatanku. Namun selalu dengan percakapan yang berbeda. Sayangnya segalanya selalu bermuara pada tanda tanya besar.
Aku lelah bertanya tanya dimana kai berada kini. Aku lelah berharap untuk sebuah perjumpaan. Aku saja tak pernah tau apakah kau masih menghirup udara yang sama seperti saat ini. Setelah perjumpaan terakhir kita. Kita selalu saja berjarak. Dan kau memintaku untuk kita berdamai. Bagaimana mungkin aku dapat berdamai dengan segala tentangmu. Kau selalu saja membuat huru hara di hatiku.
Kau menjadi hujan pertama setiap tahunnya
Kau menjelma rintik hujan yang membuaiku di dini hari
Kau menjadi angin di kala musim kemarau yang kering
Kau menjelma kerinduan yang terus saja menghantuiku diantara malam malam yang kulewati. Semenjak aku terus bertanya siapa aku, hingga aku muak dengan diriku sendiri. Kau selalu menjadi kerinduan yang tak pernah kusadari dan hadir di alam bawah sadarku. Kau membeku dan abadi disana. Kau, rembulanku
(c.s.n)
Semenjak saya dan suami mumutuskan untuk menetap di Temanggung, kami belum pernah pulang kampung ke Pasuruan. Sebab kami mulai disibukkan dengan berbagai hal sebagai orang tua baru. Saat lebaran idul fitri tiba pun kami harus menahan rindu untuk bertemu sanak saudara. Namun syukur alhamdulillah, menjelang lebaran idul adha kemarin kami bisa pulang ke kampung halaman mas suami di Bangil, Pasuruan.
Sebetulnya keputusan kami untuk pulang kampung terhitung nekat. Tabungan kami mepet dan uang ditangan hanya sekadarnya saja. Bahkan kami masih maju mundur untuk membeli tiket kereta api menantikan diskon ataupun promo. Alhamdulillah, rezeki tak disangka sangka datang kepada kami. Kakak mas suami sedang diklat di Semarang dan bersedia menjemput kami setelah diklat usai. Bahkan waktu usai diklatnya bertepatan dengan rencana keberangkatan kami ke Jawa Timur. MasyaAllah sungguh rencana Allah luar biasa.
Akhirnya kami bersama sama perjalanan ke Jawa Timur pada Kamis pagi setelah Rabu malam mas tiba di rumah Temanggung dan beristirahat. Kami berangkat ba'da subuh. Dalam perjalanan Bening terlihat begitu bersuka cita tanpa ada drama yang berarti. Ia juga dapat tertidur pulas dalam buaian. Singkat cerita pukul 11 kami sudah sampai di Bangil.
***
Tidak sampai petang mas Arif bertolak ke Situbondo ke kediamannya. Padahal keesokan paginya, dek Erwan adik kembar mas suami tiba dari Bali. Agak sulit mempersatukan keempat bersaudara ini jika tak ada acara penting seperti saat nikahan saya dan mas suami dulu. Jika saja Ibu masih ada mungkin hal itu bukan perkara sulit. Mengingat keempat lelaki itu sangat dekat dengan Ibu.
***
Bangil dan segala hal disana adalah sesuatu yang amat berbeda dan baru bagi Bening. Kendati demikian ia mampu beradaptasi dengan baik. Jika biasanya bayi atau balita akan rewel saat menghadapi lokasi atau situasi baru, Bening sebaliknya. Ia sangat bersemangat menyambut hal hal baru itu. Saya pun merasa lega dan beruntung. Hanya saja memang Bening jadi super duper lengket dengan saya. Tak mau ditinggal. Meski demikian ia tak pernah menangis dan rewel.
***
Kebersamaan kami di Bangil dimanfaatkan dengan jalan jalan ke tempat wisata. Ini sih lebih ke nyenengin bocil bocil. Hehe. Kami menyambangi Cimory Dairyland di Prigen. Kami memilih untuk berjalan jalan di area dimana kami bisa melihat hewan hewan. Mulai dari Domba, Unta, Kelinci, Merpati, Kalkun, dan sebagainya Ini merupakan pengalaman pertama bagi Bening berinteraksi dengan hewan hewan. Meskipun begitu ia sama sekali tidak ragu untuk memberi makan kambing yang menghampirinya. Bening menyodorkan wortel dan dengan sigap melepaskannya saat mulut kambing menyambut wortel itu. Hehe saya sangat kagum pada keberanian Bening.
***
Semuanya mendadak membingungkan pada hari ke 5 dan 6 di Bangil. Tiba tiba Bening tak mau makan. Tidak hanya itu malam hari ia bahkan tak bisa tidur nyenyak seperti biasanya. Cuaca di Bangil sangat gerah dan panas. Namun hari hari sebelumnya tak menjadi masalah bagi Bening. Namun pada malam itu Bening sangat rewel dan membuat saya kebingungan dan lelah. Ia terserang demam dan sepertinya akan ada gigi baru yang tumbuh. Mungkin itulah sebab Bening rewel dan demam.
Sejujurnya ditengah keriangan berkumpul bersama keluarga ada hal yang membuat saya mengkhawatirkan kondisi Bening. Ia terlalu sering disodori cemilan lebih lebih Bening memang hampir jarang menolak makanan. Namun itu berakibat kurang baik bagi pencernaannya. Berhari hari ia kesulitan buang air besar. Makanan yang ia makan pun menurut saya kurang seimbang gizinya. Saya juga menyesali diri saya yang kurang tegas untuk melarang keluarga terlalu sering menyodori jajanan yang sebetulnya belum sepantasnya dikonsumsi bayi berusia 17 bulan ini.
Menjelang hari kepulangan kami Bening semakin rewel. Bahkan saat tiba di stasiun kereta Bening merengek rengek entah apa yang diinginkan. Begitu pula saat di kereta. Untungnya ia masih dapat tertidur dan menikmati perjalanan. Hanya saja saat kami tiba di Stasiun Lempuyangan Bening mulai menangis. Hawa begitu panas dan gerah. Barang bawaan kami banyak.
Kesempatan saya untuk mengabadikan suasana Stasiun Lempuyangan hilang sudah. Saya hanya dapat merekamnya dalam benak. Suasana Stasiun yang ramai dengan bangunan dan segala hal disana yang terlihat indah. Sampai jumpa lain waktu. Semoga suatu hari nanti kami bisa kembali melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Semoga kami bisa memesan tiket kereta kelas Bisnis atau bahkan Eksekutif sehingga perjalanan terasa lebih nyaman. Aamiin 😉
![]() |
| Sampai jumpa lagi Bangil |
![]() |
| Kereta kami sudah tiba |
![]() |
| Lempar mundur: Bening menangkap ikan |
![]() |
| Melihat ayam bersembunyi di semak semak |
![]() |
| Memberi makan kambing di tengah terik matahari |
Jumat pagi itu area City Walk Alun Alun Temanggung begitu ramai. Pada sisi selatan terdapat stand stand lapak .Hampir seluruhnya didominasi dengan jajanan tradisional khas Temanggung. Namun jika kalian berjalan menghampiri satu persatu lapak disana akan ada banyak yang bisa dijumpai. Mulai dari jajanan, makanan berat siap santap, bahkan beras hingga sayur mayur segar pun tersedia.
Gelaran Lapak PKK kembali rutin dibuka setelah terhalang pandemi beberapa tahun belakangan ini. Berbagai komunitas di Temanggung yang terdiri dari Ibu ibu Dharmawanita, Persit, Bhayangkari, Paguyuban Istri DPRD, Pastakaran (Pasar Tani Pekarangan), hingga kelompok PKK dari beberapa kecamatan di Kabupaten Temanggung ikut memeriahkan gelaran sebagai pelapak. Gelaran ini sebagai bentuk dukungan pemerintah Temanggung terhadap pelaku bisnis UMKM dan mendorong ibu ibu PKK untuk memperkenalkan hasil kreasi baik itu masakan maupun hasil kebun di rumah. Selain itu juga untuk memotivasi kegiatan perekonomian masyarakat Temanggung.
Sebelum acara di mulai masyarakat yang datang dan pelapak dapat melakukan senam bersama yang dipandu oleh instruktur. Dengan demikian diharapkan agar masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Menarik bukan? Bahas soal kesahatan, disana pengunjung juga dapat melakukan cek kesahatan di salah satu stand yang dibuka oleh Dinas Kesehatan. Mulai dari cek tekanan darah, usia sel, dan lain sebagainya.
Setelah bersenam ibu ibu bisa berbelanja berbagai makanan maupun kebutuhan dapur. Ditambah lagi pagi itu sangat cerah, sekalian bisa berjemur. Beberapa hari terakhir ini Temanggung cuacanya menjadi lebih dingin. Sepertinya di daerah lain juga demikian ya? Jika kalian bingung ingin beli apa disana jangan khawatir ada petugas yang menginfokan beberapa produk yang dijual di lapak lapak menggunakan pengeras suara. Selain info produk beliau juga memaparkan manfaat dan khasiat dari setiap produk yang dijajakkan. Hehe sangat membantu untuk pengunjung dan pelapak.
Pagi itu Ibuk menjadi salah satu pelapak dari perwakilan komunitas Pastakaran. Ibuk menjajakan buntil, pelas manding, telang lemon, sego gono, dan beberapa keripik serta camilan tradisional lainnya. Dari sekian banyak item yang dijajakan alhamdulilah laris. Telang lemon menjadi salah satu item yang paling dicari lho. Selain rasanya yang nikmat ia juga punya banyak manfaat.
Lapak PKK ini rutin diadakan satu bulan sekali pada hari Jumat pekan pertama. Saya bersama mas suami dan Bening menyusul Ibuk ke lapak dan menikmati pagi di City Walk yang lokasinya berdekatan dengan Gedung DPRD Temanggung itu. Dengan riangnya Bening berjalan kesana kemari tanpa ragu. Saya sangat kagum dengan kepercayaan dirinya. Bahkan saya tak se PD itu untuk membuntutinya saat berjalan kesana kemari. Untung ada mas suami yang juga sigap mendampingi Bening. Semenjak lancar berjalan ia sangat aktif dan gemar sekali berjalan kesana kemari. Bukan ia yang lelah justru saya yang kelelahan dan mulai linu. Hihi dasar emak.
Gelaran Lapak PKK hanya berlangsung dari pukul 7 hingga 10 pagi. Jadi untuk masyarakat Temanggung dan sekitarnya yang ingin berburu jajanan tradisional atau ikut senam pagi di hari Jumat, pastikan bangun pagi dan segera meluncur ke City Walk Alun Alun Temanggung di pekan pertama setiap bulan ya!
Berikut beberapa foto yang saya ambil saat mengunjungi Lapak PKK dan keriangan Bening menikmati suasana pagi di City Walk Alun Alun Temanggung :)
![]() |
| suasana City Walk dalam gelaran Lapak PKK |
![]() |
| mengamati keramaian |
![]() |
| berkeliling melihat lihat lapak |
![]() |
| Pengunjung berbelanja |
![]() |
| borong jajanan |
![]() |
| berjemur bersama ayah |
























































